Detail Pengunjung

United States

Unknown Bot
IP Anda : 50.17.177.99

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini94
mod_vvisit_counterKemarin242
mod_vvisit_counterMinggu ini1021
mod_vvisit_counterMinggu lalu1772
mod_vvisit_counterBulan ini7072
mod_vvisit_counterBulan lalu8201
mod_vvisit_counterAll days275966
Menabur dan Menuai PDF Print E-mail
Written by Administrator Bethesda   
Monday, 11 July 2011 08:51

TANGGAL

:

24 Agustus 2008

PENGKHOTBAH

:

Pdt. A.L Sutikto

TEMA

:

Menabur dan Menuai

AYAT UTAMA

:

Kejadian 8 : 32

 

 

URAIAN :

Kejadian 8 : 22

Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Galatia 6 : 7

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Firman Allah tentang menabur dan menuai ada pada perjanjian lama dan baru.

II Korintus 9 : 6 – 11

6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

Dua hal yang dikatakan dalam berkat Allah yang Allah sediakan dan kita tidak kekurangan yaitu :

  1. Benih untuk ditabur
  2. Roti untuk dimakan

Dan kita tidak akan kekurangan keduanya.

Lukas 11 : 3

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

Yesus menyampaikan tentang konsep berdoa kepada murid-muridNya.

Matius 6 : 6

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Doa adalah berbicara dengan bebas. Kalau kita berdoa, maka kita berbicara dengan bebas, dengan keterbukaan pada Allah. Kamar adalah mengandung arti gudang / lumbung, tempat menyimpan barang-barang berharga. Kamar juga berarti tempat tersembunyi. Jadi saat kita berdoa, kita seharusnya berada di tempat yang sunyi, seperti yang dilakukan Yesus, karena Ia mau menikmati hubungan secara pribadi dengan Allah. Kamar juga berarti bilik hakim, tempat bila hakim mengalami jalan buntu untuk keputusannya, ia masuk ke dalam bilik itu untuk merenungkan / menimbang untuk mengambil keputusan. Sebuah keputusan dihasilkan dalam doa. Dalam doa kita menikmati keterbukaan dengan Allah, berbicara dengan bebas dengan Allah. Kita berbicara dengan hati, ditempat yang tersembunyi tidak ada yang mengganggu.

Tuhan mengajarkan kita untuk meminta makanan yang secukupnya, bukan yang berlebihan / melimpah-limpah sehingga dibuang. Kata cukup ini relatif, tergantung orang, berbeda bagi setiap orang. Tetapi seberapa kita merasa cukup, hanya sampai disitu ukurannya.

I Timotius 6 : 8

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Paulus mengajarkan kepada Timotius juga kepada kita demikian karena ada orang yang mengejar harta kekayaan karena ambisi, sehingga membuat ia jatuh ke dalam dosa. Maka Allah memberi ukuran cukup. Roti untuk dimakan secukupnya.

Markus 12 : 41 – 44

41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Hanya kita yang tahu apakah kita berada diposisi kebanyakan orang atau seorang janda. Jadi benih yang ditabur berlebihan, tetapi yang dimakan secukupnya. Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya bagaimana menabur yang baik. Benih yang ditabur harus banyak, dan roti yang dimakan secukupnya, jangan dibalik. Seringkali saat menabur, kita mengharapkan tuaian. Saat menabur satu kita mengharapkan tuaian sepuluh, dan bila tidak diberikan demikian kita kecewa. Kita memberi dengan harapan diberi.

Masalah yang sering terjadi dalam gereja adalah kita memakan benih yang seharusnya kita tabur. Kita lebih banyak memakan, daripada menabur. Dan jika berkat kita bertambah banyak, maka kita memakannya juga tambah banyak. Sehingga gaya hidup yang disiplin di hadapan Allah tidak ada lagi. Dan yang seharusnya menabur bagi Allah, tetapi dibuang begitu saja. Dan jika yang ditabur sudah tidak ada lagi, maka pintu berkat Tuhan dapat ditutup bagi kita. Allah waktu memberkati, ada untuk dimakan, karena Allah memelihara kita. Tetapi kita sering memakan benih yang seharusnya untuk ditabur, sehingga yang untuk menjadi benih telah habis.

Keluaran 12 : 35 – 56

35 Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain. 36 Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu. 37 Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak. 38 Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi. 39 Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya. 40 Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun. 41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir. 42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN. 43 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: "Inilah ketetapan mengenai Paskah: Tidak seorang pun dari bangsa asing boleh memakannya. 44 Seorang budak belian barulah boleh memakannya, setelah engkau menyunat dia. 45 Orang pendatang dan orang upahan tidak boleh memakannya. 46 Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikit pun dari daging itu keluar rumah; satu tulang pun tidak boleh kamu patahkan. 47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya. 48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorang pun yang tidak bersunat boleh memakannya. 49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu." 50 Seluruh orang Israel berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka. 51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

Waktu tiba saatnya, bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan membuat bangsa Mesir bermurah hati kepada bangsa Israel sehingga memenuhi permintaan mereka. Dan Tuhan menyuruh mereka untuk meminta emas, perak dan kain-kain.

Dalam Keluaran 25 – 40, emas tersebut bukan untuk bangsa Israel secara pribadi, tetapi dipakai untuk tabernakel / kemah sembayang. Ada juga emas yang mereka curi untuk membuat lembu emas, sehingga tidak untuk membuat tabernakel. Tabernakel disalut dengan emas orang Mesir.

Kita sering memakan benih yang seharusnya kita tabur. Semakin Tuhan memberkati kita, semakin banyak juga yang kita makan. Sehingga multiplikasi dari berkat itu mulai hilang, karena benihnya sudah tidak ada. Dan sering gereja kita berada di zona nyaman dengan segala fasilitasnya, tetapi melupakan kebutuhan orang-orang lain sebagai sarana menginjil, seperti baju, Alkitab.

Allah mengajarkan kita untuk bagaimana kita menabur. Kalau menabur, kita menabur saja, jangan minta imbalan dari Tuhan. Karena Tuhan menyediakan berkat bagi kita. Jangan kita berpikir bahwa dengan menabur satu kita akan mendapatkan sepuluh. Karena kita menabur untuk berinvestasi di sorga / kerajaan Allah. Kalau kita memberi persembahan sepuluh ribu dan mengharapkan Tuhan menggantinya dengan satu juta, tetapi ketika ditunggu-tunggu tidak ada juga, maka kita mulai kecewa dan bersungut-sungut.

Dalam berkat kita, Tuhan telah menyediakan benih yang untuk ditabur dan roti yang untuk kita makan, yang ada bagiannya sendiri-sendiri, jangan sampai makan benih yang untuk ditabur. Umat Tuhan / tubuh Kristus juga berada di pedalaman, tidak hanya yang berada di kota. Saat ini banyak gereja kehilangan misi.

Perkataan Yesus bukan sembarangan tetapi karena Ia mempunyai maksud / tujuan supaya kita tahu menabur dan agar kita berinvestasi pada kerajaan Allah.

Sehingga sikap hidup orang percaya adalah :

  1. Menjadikan memberi atau menabur untuk pekerjaan Tuhan sebagai bagian dari penatalayanan keuangan bagi Allah.

Menabur jangan hanya jadi sekedar menabur, tetapi sebagai aplikasi, menabur bagi pekerjaan Allah. Allah punya program dan rencana bagi kita. Jangan sampai ada menara Babel / kesombongan dalam hidup kita.

  1. Mengembangkan gaya hidup yang menghormati Allah dengan mendisiplin keuangan bagi Allah.

Kita harus belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada. Allah memberkati kita dengan satu tujuan yaitu menghormati Allah. Penyakit sering datang karena tidak ada lagi keseimbangan dalam hidup kita. Jangan kita berprinsip, karena ini berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita, jadi terserah kita mau kita apakan. Jadikan menabur bagi Allah adalah gaya hidup kita. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan di hadapan Tuhan.

Kemana dan dimana kita menabur :

  1. Investasi di Sorga, buahnya adalah kekekalan.

Jangan kita menabur ditempat yang salah, tetapi berinvestasilah di kerajaan sorga. Apakah sebagian besar dari berkat kita dijadikan sebagai penatalayanan bagi Allah?

Matius 6 : 19 – 21

19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Menabur, tuaiannya bukan jasmani, tetapi rohani. Tetapi kalau pelayanan, orang yang menabur rohani akan menuai jasmani. Dan menabur disini adalah berinvestasi bagi sorga.

  1. Bagi pekerjaan Tuhan, buahnya adalah gereja bertumbuh.

Gereja tidak bertumbuh bila jemaatnya mementingkan diri sendiri. Kita harus menabur bagi pekerjaan Allah, dan jangan pandang manusianya. Tidak dapat kita meminta kembali apa yang telah kita berikan untuk pekerjaan Tuhan. Karena saat kambing domba dibakar untuk dipersembahkan bagi Tuhan, semua akan menjadi abu, tidak dapat lagi diminta kembali dengan utuh.

I Korintus 16 : 3

Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu.

  1. Bagi pekabaran Injil, buahnya adalah jiwa-jiwa diselamatkan.

Kita jangan hanya memikirkan gereja kita sendiri, tetapi juga jiwa-jiwa yang berada diluar gereja kita. Paulus dalam segala sesuatu adalah untuk jiwa-jiwa bagi Allah. Pekabaran Injil adalah bagi jiwa-jiwa untuk datang kepada Tuhan, karena mereka diselamatkan, dan mengenal Tuhan.

Filipi 4 : 14

Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

~##~

 


Copyright © 2011 - 2013 GPdI Bethesda all rights reserved