Strict Standards: Declaration of KHttpUri::set() should be compatible with KObject::set($property, $value = NULL) in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/koowa/http/uri.php on line 454

Strict Standards: Declaration of KHttpUri::get() should be compatible with KObject::get($property = NULL, $default = NULL) in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/koowa/http/uri.php on line 454

Strict Standards: Non-static method JLoader::import() should not be called statically in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/loader.php on line 186

Strict Standards: Non-static method JLoader::import() should not be called statically in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/loader.php on line 186

Strict Standards: Non-static method JLoader::register() should not be called statically in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/joomla/cache/cache.php on line 19

Strict Standards: Declaration of JCacheStorage::get() should be compatible with JObject::get($property, $default = NULL) in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/joomla/cache/storage.php on line 173

Strict Standards: Non-static method JLoader::register() should not be called statically in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/joomla/document/document.php on line 19

Strict Standards: Non-static method JLoader::import() should not be called statically in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/loader.php on line 186
 Ketekunan dan Tindakan Iman Menghasilkan Mujizat
Strict Standards: Non-static method JLoader::import() should not be called statically in /home/www/vhosts/gpdi-bethesda.org/httpdocs/libraries/loader.php on line 186

Detail Pengunjung

United States

Unknown Bot
IP Anda : 54.226.252.142

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini110
mod_vvisit_counterKemarin191
mod_vvisit_counterMinggu ini1265
mod_vvisit_counterMinggu lalu1560
mod_vvisit_counterBulan ini110
mod_vvisit_counterBulan lalu7677
mod_vvisit_counterAll days291877
Ketekunan dan Tindakan Iman Menghasilkan Mujizat PDF Print E-mail
Written by Administrator Bethesda   
Thursday, 07 July 2011 17:00

TANGGAL

:

18 November 2007

PENGKHOTBAH

:

Pdt. Elisa Batasani

TEMA

:

Ketekunan dan Tindakan Iman Menghasilkan Mujizat

AYAT UTAMA

:

Kisah Para Rasul 9 : 32 - 34

URAIAN :

Kisah Para Rasul 9 : 32 – 34

32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singga juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. 33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. 34 Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu.

Petrus giat mengunjungi / memperhatikan jemaatnya. Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas yang adalah seorang tabib / dokter, pada tahun 60 – 65, dengan tujuan untuk memperkenalkan bahwa Yesus Tuhan yang punya kuasa. Apa yang dapat dilakukan Lukas ada batasnya, sedangkan yang dilakukan Yesus tidak ada batasnya.

Lida adalah kota Lod, dekat kota Samaria. Di Lida ada orang-orang kudus, termasuk Eneas = kemurnian, yang hidupnya tidak bercela dihadapan Tuhan, tetapi ia lumpuh selama delapan tahun. Allah memakai Petrus dalam proses penyembuhan Eneas. Ada beberapa langkah yang dilakukan Eneas sehingga kemuliaan Allah nyata dalam hidupnya dan ia melihat mujizat terjadi.

Kadang peristiwa yang terjadi pada Eneas, terjadi pada hidup kita juga. Kita telah setia beribadah, perpuluhan, tetapi masalah selalu datang dalam kehidupan kita.

Proses penyembuhan, sehingga mujizat terjadi pada Eneas adalah :

  1. Eneas memiliki ketekunan

Dia telah hidup suci, tidak bercela, murni, tetapi ia sakit. Tetapi Eneas tidak menggubris semua itu. Eneas tidak melihat apa yang orang katakan tentang hidupnya, tetapi ia tetap ada dalam ketekunan. Selama delapan tahun yang merupakan angka kemenangan, ia bertahan. Kadangkala kita sudah melakukan firman Allah dan pengajaran tentang firman Allah, tetapi Yesus ijinkan sesuatu hal terjadi dalam hidup kita, misalnya, kita sakit. Karena Ia mau melihat bagaimana ketekunan kita. Seperti Eneas, melewati badai tantangan, persoalan, lembah penyakit, tetapi ia tetap tekun dalam Tuhan.

Di akhir zaman banyak yang membuat kita kecewa, membuat ketekunan kita terhadap pengajaran menjadi berkurang. Sehingga kita jadi mudah tersesat, dan jatuh dalam dosa. Karena di akhir zaman ini banyak pengajaran yang tidak sesuai dengan firman Allah. Kita harus memiliki ketahanan dan ketekunan untuk mengantisipasi semua ajaran dalam dunia ini.

Ketekunan menurut kamus bahasa Indonesia adalah bertahan dalam sengsara. Ketekunan dalam bahasa Ibrani adalah Hupomone yang berarti menunggu / menanti dengan hati yang bersukacita.

Eneas menunggu dengan hati yang bersukacita selama delapan tahun, sehingga ia menerima pertolongan dari Tuhan. Menunggu adalah pekerjaan yang paling susah. Mungkin kita sedang menunggu jawaban doa yang dari Tuhan. Telah berapa tahun kita menunggu? Sejauh mana ketekunan kita, apakah kita mampu menunggu dengan hati yang bersukacita dihadapan Allah, atau dengan bersungut-sungut, yang membuat doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Kita harus tekun seperti Eneas dan menunggu dibawah kaki Tuhan sampai pertolongan itu datang dalam hidup kita. Karena pertolongan dari Tuhan pasti akan datang asal kita menunggu dengan hati yang bersukacita dibawah kaki Tuhan.

Mungkin kita sedang sakit dan menunggu pertolongan dari Tuhan, kita harus tekun dan bertahan di dalam Tuhan. Karena kalau kita tekun, Dia pasti akan datang dan menolong tepat pada waktu yang telah Tuhan tentukan di dalam kehidupan kita. Mungkin usaha kita sedang terpuruk, kita harus menunggu di kaki Tuhan, dengan hati penuh ucapan syukur dan bersukacita di hadapan Tuhan, maka pertolongan pasti datang di dalam hidup ini. Karena Tuhan melihat hati kita, sehingga apabila kita berdoa, berdoalah apa adanya dari dasar hati. Tuhan melihat sejauh mana ketekunan kita, bagaimana keberadaan hidup kita.

Dalam perjalanan pengiringan kita, mungkin situasi dan kondisi bisa merubah hidup kita, tetapi orang percaya seperti Eneas, tetap tekun dan menanti dengan hati yang sukacita, maka pertolongan / mujizat itu datang dalam kehidupannya. Maka bila masalah datang dan kita tetap kuat menanti dengan hati yang penuh sukacita di hadapan Allah dan percaya kita pasti akan memenangkannya, maka pertolongan Tuhan akan datang dalam kehidupan kita.

Ketekunan juga memakai kata makrotumia yang berarti menahan segala persoalan / pencobaan tanpa ada sungutan di hadapan Allah. Jadi kalau kita mengalami pencobaan di dalam hidup ini, kita harus bertahan tanpa ada sungutan di hadapan Allah. Kita harus tetap berkata terima kasih buat apa yang Tuhan ijinkan. Tuhan pasti akan tolong dan bela kita.

Yakobus 5 : 11

Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Ayub mengalami pencobaan, anaknya yang ada sepuluh meninggal dunia semua. Tetapi Ayub bertekun, sehingga Tuhan pulihkan kehidupannnya.

  1. Eneas bertindak dengan iman.

Sukses adalah kreasi antara anugerah Allah dan kreasi manusia. Jadi ada perpaduan antara kerjasama Allah dan manusia. Eneas pada saat dikatakan bangunlah, ia tidak tetap tinggal tidur, tetapi dia bangun, bangkit dan berdiri. Disini letak kunci kesembuhan Eneas, ia bertindak dengan iman.

Apa yang telah kita doakan, mari kita bertindak dengan iman, dalam nama Yesus, pasti semuanya akan jadi. Tindakan iman adalah tindakan yang diinginkan Yesus dalam kehidupan kita. Kita harus berusaha dan berdoa, berdoa dan berusaha. Eneas sembuh karena ketekunan dan tindakan iman.

 


Copyright © 2011 - 2013 GPdI Bethesda all rights reserved