Detail Pengunjung

United States

Unknown Bot
IP Anda : 54.87.130.240

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini144
mod_vvisit_counterKemarin175
mod_vvisit_counterMinggu ini1149
mod_vvisit_counterMinggu lalu1863
mod_vvisit_counterBulan ini4798
mod_vvisit_counterBulan lalu7752
mod_vvisit_counterAll days281444
Zakheus PDF Print E-mail
Written by Administrator Bethesda   
Thursday, 07 July 2011 13:53

TANGGAL

:

22 Juli 2007

PENGKHOTBAH

:

Pdt. Ronny Tikoalu

TEMA

:

Zakheus

AYAT UTAMA

:

Lukas 19 : 1 - 10

URAIAN :

Lukas 19 : 1 - 10

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus, melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemukut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” 9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun Anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Pelajaran yang didapat :

1. Usaha

Ada usaha dari Zakheus, karena secara fisik, ia tidak tinggi sehingga ditengah-tengah orang banyak dia tidak dapat melihat Yesus yang sedang berjalan. Dia melakukan suatu usaha agar dapat melihat Yesus. Hari-hari ini adalah masa yang sukar, tetapi banyak anak Tuhan yang tetap santai saja. Tapi ada sebagian orang yang kuatir di dalam hidupnya, pekerjaannya, dan usahanya. Zakheus mempunyai usaha / semangat untuk mencari cara untuk mengatasi kerinduannya melihat Yesus, dalam arti supaya dia diselamatkan. Ini adalah contoh supaya pada hari-hari ini kita ada semangat untuk berjuang di dalam hidup ini, untuk menikmati setiap kebenaran firman Allah. Lalu Zakheus mengambil langkah untuk mengatasi masalahnya dengan memanjat pohon ara. Sehingga pohon ara menjadi suatu sarana, untuk dapat melihat Yesus. Orang Kristen pada hari-hari ini masih ada sarana / tempat ibadah yang masih diberikan waktu / kesempatan oleh Allah, tetapi tidak digunakan. Padahal banyak tempat lain yang tidak dapat digunakan lagi. Tetapi kita disini mempergunakan sarana ini untuk melihat berkat Allah lewat memuji Allah dan kebenaran firman Allah.

2. Pandangan matanya tertuju pada Yesus.

Pandangan kita pada saat ini tertuju pada kebenaran firman Allah, sehingga firman Allah termaterai dalam hidup kita, sehingga kita tidak hanya menjadi pendengar tetapi pelaku firman Allah. Sehingga Yesus memanggil dia, sebab Yesus tahu ada Zakheus di pohon itu. Yesus tidak melewati pohon itu dengan begitu saja. Orang yang berusaha untuk mencari firman Allah / Tuhan, tidak akan dibiarkan begitu saja. Tetapi Yesus akan memberkati, menolong, memanggilnya. Kepada Zakheus, Yesus mengajaknya turun dan menumpang di rumahnya. Zakheus menerima berkat / keselamatan dari Tuhan.

3. Ada ketaatan

Zakheus tidak hanya ingin melihat Yesus, tetapi ia melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepadanya. Sehingga Yesus menumpang / masuk ke dalam rumahnya. Kalau Zakheus tidak melakukan perintah Tuhan untuk turun, ia tidak akan mendapatkan apa-apa / menerima sesuatu dari Yesus. Zakheus mendengar suara Tuhan / perintah. Dan di sini ada ketaatan.

Di dalam kitab Kejadian ada suatu kejadian dimana waktu Allah memasuki taman Eden dan memanggil Adam, walaupun Adam mendengar suara Allah, tetapi Adam bersembunyi karena ada kesalahan yang dia lakukan dihadapan Allah. Kadang kita merasa tertuduh dengan kesalahan dan perbuatan kita, sehingga apabila ada suara firman Allah, kita mulai ketakutan, tidak berdaya dan tidak kembali untuk mengaku apa yang telah kita lakukan kepada Tuhan. Setelah taat, Zakheus menerima Tuhan dengan sukacita. Walaupun telah taat tapi kalau hati tidak menerima, tentu akan menjadi kendala bagi Zakheus. Tetapi ia taat dan hatinya terbuka untuk menerima Yesus. Setiap ada firman Allah, kita ambil langkah untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Allah dan setelahnya, buka hati karena Yesus mau bersama-sama dengan kita. Zakheus setelah taat dan menerima Yesus dengan sukacita, mempunyai tantangan. Saat Zakheus buka hati untuk Tuhan, tantangan itu datang ada banyak orang yang tidak suka / senang karena Zakheus menerima Yesus / membuka rumahnya / hatinya untuk Yesus masuk. Kadang dalam kesuksesan hidup kita, ada masalah, persoalan yang kita hadapi. Tetapi apabila kita mampu bertahan seperti Zakheus akan ada jawaban. Persoalan dan masalah tidak ditanggapi / digubris oleh Zakheus. Ia juga tidak marah, tetapi Zakheus malah menyadari kehidupannya bahwa ia orang yang berdosa, pernah melakukan hal-hal yang tidak diinginkan Tuhan. Zakheus dengan penuh keberanian berkata akan memberikan ganti rugi empat kali lipat untuk orang-orang itu. Keberanian untuk melangkah seperti Zakheus dapat kita jadikan contoh untuk hidup kita disaat kita mendapatkan masalah dan tantangan dalam hidup kita. Kita mampu melakukan sesuatu di dalam Tuhan karena bersama dengan Yesus, karena Roh Kudus memampukan kita. Kita tidak mampu kalau berjalan sendiri.

Ada suatu usaha yang harus kita ambil, ada sarana yang akan kita pakai untuk memuliakan nama Tuhan. Dan kita mau mendengar suara Tuhan dan menurut pada perintah Tuhan, maka kita tidak perlu kuatir pada tantangan / persoalan yang akan datang, karena Yesus berkata mari yang letih lesu Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

 


Copyright © 2011 - 2013 GPdI Bethesda all rights reserved