Member Login

Detail Pengunjung

United States

Unknown Bot
IP Anda : 38.107.179.218

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini56
mod_vvisit_counterKemarin232
mod_vvisit_counterMinggu ini890
mod_vvisit_counterMinggu lalu1800
mod_vvisit_counterBulan ini6435
mod_vvisit_counterBulan lalu10142
mod_vvisit_counterAll days71692
Tawar Hati PDF Print E-mail
Written by Administrator Bethesda   
Tuesday, 11 October 2011 14:33

TANGGAL

: 2 Oktober 2011

PENGKHOTBAH

: Pdt. Hesky Rorong

TEMA

: Tawar Hati

AYAT UTAMA

: Amsal 24 : 10

 

Uraian :

 

Amsal 24 : 10

 

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Sadar atau tidak, kemurahan Tuhanlah yang membuat kita bersama-sama dapat menikmati hadirat Tuhan, itu anugerah Tuhan yang sangat besar. Kita harus berharap dan bersandar kepada Tuhan supaya kita tetap setia kepada Tuhan. Apa yang membuat kita semangat / setia, yaitu untuk merebut mahkota / kehidupan yang kekal / kerajaan Alah. Bagaimana cara untuk kita merebut mahkota itu? Kita lihat petunjuk firman Allah yang tidak akan pernah salah.

 

Sulaiman adalah orang yang berhasil / bukan yang sedang merintis. Dia adalah raja yang belum ada yang dapat menyamai kehebatannya di dunia ini. Sulaiman hidup pada periode ketiga dijaman itu yaitu ketika umat Allah dalam keadaan merosot iman. Saat ini ada banyak orang yang dihadapkan dengan persoalan. Kalau kerohanian kita kurang / tawar, pasti kita akan berkata kita sudah setia kepada Tuhan / bawa persembahan / berdoa menurut ukurannya, dan ia mulai menghitung. Dan tanpa sadar mulai mengeluh dan tidak periksa dasar / fondasinya kepada Tuhan dan dalam situasi seperti apa.

 

Anak Tuhan yang dekat / setia  / percaya kepada Tuhan / firman Allah, tidak akan mengeluh seperti itu. Karena firman Allah memberikan jaminan bahwa orang yang setia / takut kepada Tuhan akan diberkati / disertai oleh Tuhan. Ini yang perlu kita benahi. Kita tidak bersemangat / tidak ada kesukaan karena doa kita belum terjawab.

 

Umat Allah merosot pada waktu itu, sehingga muncul ayat ini. Jika engkau putus asa pada keadaan gawat, maka engkau orang yang lemah, mudah terpengaruh situasi. Hebat orang yang dalam keadaan lemah, tetapi masih mengimani firman Allah. Kita memperlihatkan iman yang kokoh bukan saat kita berkelimpahan berkat, semuanya cukup, dan tidak memikirkan apa yang akan kita makan besok. Tetapi ketika dalam keadaan kekurangan / pencobaan / diperhadapkan dengan masalah yang menghimpit. Dan kalau kita tetap setia kepada Tuhan, itu yang hebat, karena masih setia.

 

Kalau kita putus harapan, apa yang mau kita andalkan? Sementara masalah datang terus menerus. Bagaimana kita dapat menang / kuat kalau putus harapan sama sekali. Sulaiman berkata seperti ini karena ia alami. Mari kita alami, baru menjadi kesaksian yang hidup dalam hidup kita. Ketika kita bercerita tentang kebaikan Tuhan, orang bertanya apakah kita sudah mengalami kebaikan Allah?

Banyak hal yang membuat kita tawar hati, mungkin masalah / berita, sehingga kita berpikir percuma datang kepada Tuhan. Ketika kita kecewa, tidak ada kekuatan, mudah terpengaruh dengan keadaan. Tawar hati itu sangat berbahaya, karena membuat orang tidak lagi mau melakukan sesuatu / melayani / berkorban. Karena ada hal-hal yang membuatnya tawar, tidak ada lagi kekuatan didalam hidupnya untuk dia bangkit / maju. Dan Iblis pakai kesempatan untuk membuat orang tawar hati.

 

Mazmur 9 : 10 – 11

 

10 Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. 11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

Terinjak / terhimpit / diremehkan / tertindas. Bodohlah seseorang yang sudah tahu bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan dan dapat memberikan jaminan keselamatan, lalu ia mengabaikan hal itu. Tuhan kita hidup dan telah naik ke surga, kita dapat menghampirinya kapan dan dimana saja. Daud mengalami himpitan / diremehkan orang dan itu sangat menyakitkan. Dia diremehkan oleh kakaknya, Goliat, musuhnya. Mereka tidak tahu Daud mempunyai kekuatan yang luar biasa karena dia punya Tuhan. Tuhanlah yang membuatnya menang / kuat / ada / sukses / melompati tembok yang menjadi penghalang dalam hidupnya.

 

Kita berada dalam jaman yang sukar / sulit. Firman Tuhan mengingatkan kalau kita diremehkan / ditindas, mari datang / berlindung kepada Tuhan. Jangan pakai kekuatan sendiri karena akan membuat kita sakit hati / ada kepahitan yang menjadi penghalang untuk kita menikmati hadirat Allah. Karena kita diremehkan dan tidak ada sukacita / ketenangan hidup. Kesesakan bicara tentang kepicikan / kekurangan. Kalau kita sehat / bisa melayani itu anugerah Tuhan. Kita cerita kepada orang lain tentang keselamatan kita. Kita harus alami, baru kita cerita. Banyak orang tahu, tetapi tidak mengalami sendiri. Daud tahu Tuhan dengan sifatnya Tuhan. Kalau kita percaya Tuhan, kita pasti punya waktu dengan Tuhan.

 

Mazmur 18 : 7

 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Yang membuat kita berteriak adalah kesesakan. Berbeda kalau kita berdoa tanpa kesesakan. Kesesakan adalah salah satu sekolah untuk kita belajar sungguh-sungguh. Kritik itu membuat kita memperbaiki. Firman Tuhan itu diibaratkan seperti cermin, untuk memberikan kita kekuatan / menegur / memperbaiki kelakuan. Jangan berkata kita tidak ada waktu berdoa, padahal banyak, karena kita lebih suka menonton TV. Mari kita berseru kepada Tuhan.

II Tawarikh 20 : 9

 

Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami.

Yosafat menghadapi orang-orang yang berkoalisi untuk menentangnya. Yosafat tidak mampu lagi menghadapi serangan koalisi dari Moab dan Amon yang menghantam orang-orang Yehuda pada waktu itu. Allah Daud, Allah Yosafat adalah Allah kita, Dia sangat peduli dengan kita. Kadang kita yang tidak peduli dengan Dia.

 

Amsal 23 : 18

 

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Begitu berbahayanya tawar hati, tetapi kita tidak akan tawar hati karena kita punya Tuhan.

 

~##~

 


Copyright © 2011 - 2011 GPdI Bethesda all rights reserved