Member Login
Detail Pengunjung
United States
Unknown BotIP Anda : 38.107.179.220
Pengunjung






![]() | Hari ini | 58 |
![]() | Kemarin | 232 |
![]() | Minggu ini | 892 |
![]() | Minggu lalu | 1800 |
![]() | Bulan ini | 6437 |
![]() | Bulan lalu | 10142 |
![]() | All days | 71694 |
| Menerima Yesus di Kayu Salib |
|
|
|
| Written by Administrator Bethesda | ||||||||
| Tuesday, 11 October 2011 14:32 | ||||||||
Uraian :
Lukas 23 : 42
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Begitu banyak kemurahan Tuhan yang sudah kita rasakan. Sadar atau tidak, kita telah menikmati kebaikan Allah yang Allah buktikan dalam pembelaanNya dikehidupan / aktivitas kita, yang kita rindu kita nikmati setiap hari.
Allah berkorban / menyerahkan diriNya tergantung di atas kayu salib untuk menebus kita. Tujuannya supaya kita memiliki tempat yang sangat baik / keselamatan menjadi bagian kita. Kita hidup di dunia ini hanya sebentar, karena dunia ini akan hancur dan kemana kita akan pergi? Allah sudah menyediakan tempat. Dan untuk sampai pada tempat yang Allah sudah sediakan, ada aturannya. Ketika manusia jatuh kedalam dosa, manusia tidak berharga. Namun Allah tidak tidak tinggal diam, Dia bergerak untuk merebut kita, dengan cara Allah.
Dunia ini tidak aman bagi kita, itu sebabnya kita perlu Tuhan. Kita harus menerima Yesus seutuhnya / menerima kebenaran firman Allah dan mengaplikasikannya didalam kehidupan kita sehari-hari. Kita kenal Tuhan, tetapi tidak menerima kebenaran firman Allah. Bagaimana kita dapat sampai kepada tujuan / maksud Allah yang benar itu kalau kita hanya kenal / tahu Yesus, tetapi kita tidak menerima firman Tuhan seutuhnya. Mayoritas orang tahu Tuhan, tetapi untuk menerima Yesus tidak mau.
Lukas 23 : 33
Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Golgota adalah bahasa Aram, yang artinya tengkorak, karena bukit ini berbentuk tengkorak. Dalam bahasa Latin adalah Kalvari. Penjahat adalah yang melakukan kejahatan, mencuri, merampok, menghasut orang lain sehingga menjadi marah / provokator. Mungkin bahasanya pelan / halus, tapi muatannya membuat orang membenci kepada yang lain. Ini adalah kejahatan.
Matius 27 : 38
Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Penyamun / pemberontak, adalah orang yang tidak setuju dengan aturan yang sebenarnya / melawan arus. Dua penyamun ini disejajarkan dengan Yesus, sehingga Yesus bisa dikatakan penyamun / penjahat.
Lukas 23 : 34
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Permohonan Yesus ini bukan untuk penjahat yang ada disampingnya, tetapi untuk orang-orang yang ada disekitar salib itu yang bermacam-macam latar belakangnya. Kalau kita sedang disalibkan, dapatkan kita mengampuni orang-orang yang menyalibkan / mencaci maki kita? Kalau itu terjadi pada diri kita sebagai yang mencaci maki, kita gunakan hukum anugerah, bahwa kita masih manusia biasa. Tetapi kalau orang lain yang mencaci maki, kita gunakan hukum Taurat, gigi ganti gigi. Hukum anugerah yang Tuhan pakai dalam hidup kita, Dia mengampuni. Itu sebabnya, Yesus mengampuni orang-orang itu.
Lukas 23 : 35 - 36
35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." 36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya Disitu ada pemimpin, kalau pemimpin mengejek Yesus, rakyatnya juga mengejek. Kalau kita bergaul dengan orang baik / bijak /pintar, kita jadi baik / bijak / pintar. Kita bergaul dengan Allah, maka akan muncul karakter-karakter seperti Allah. Kalau kita bergaul dengan Yesus / firmanNya, maka kita mampu mengampuni.
Kehadiran orang-orang di sekitar Yesus adalah mengolok-olok / mengata-ngatai Yesus / membuang undi atas pakaian Yesus / mereka juga memberi cuka asam kepada Yesus. Sehingga Yesus betul-betul menderita. Dia lakukan ini tidak untuk mendapatkan sesuatu apapun, melainkan hanya untuk menyelamatkan kita. Dan ini adalah anugerah Tuhan yang paling besar yang pernah Tuhan buat bagi manusia. Dia lakukan ini supaya kehidupan kita layak di hadapan Tuhan.
Lukas 23 : 39
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Penjahat ini terpengaruh dengan mayoritas / lingkungan / keadaan. Sebentar lagi ia mati, tetapi ia masih punya roh menghujat. Kalau kita berada di lingkungan seperti ini, jangan sampai kita terpengaruh, berdirilah diatas kebenaran firman Allah. Mungkin kita berada ditengah-tengah mayoritas yang mencoba mempengaruhi iman kita, mari kita berdiri atas firman Allah, dan Tuhan pasti bela kita.
Lukas 23 : 40 - 41
40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Yesus diam saja mendengar percakapan kedua penjahat itu, tetapi Yesus tetap memperhatikan. Kalau Tuhan diam, bukan berarti Dia tidak memperhatikan, sebab mata Tuhan dapat melihat segalanya karena Dia berkuasa. Sampai ke dalam hati penyamun tadi, Yesus tahu. Dia menerima Yesus, dia tidak terpengaruh mayoritas. Sekalipun ia diperhadapkan dengan resiko yang paling berat, karena ada pemimpin dan prajurit, tetapi ia tidak mau mengikut mereka, karena ia tahu Orang yang disampingnya itu akan membawanya kepada pengharapan.
Yang diterima adalah orang yang datang kepada Tuhan dengan betul-betul menyerahkan tubuh, jiwa rohnya, hidupnya kepada Tuhan. Jadi yang tidak hanya sekedar datang. Tetapi betul-betul datang duduk dan menyerahkan diri ke kaki Tuhan, minta kepada Allah.
Dan doanya dijawab, didengar oleh Kerajaan Allah. Dimatanya, Yesus memancarkan sesuatu yang benar yang dapat dirasakannya / menikmati, sehingga ia menerima Yesus, juga firmanNya. Banyak orang yang menyebut diri Kristen, tetapi tidak mau menerima firmanNya / kebenaranNya, karena tidak mau melakukan.
Mungkin kita bangga telah menerima Yesus beberapa tahun yang lalu. Tetapi apakah kita telah menerima firmanNya seutuhnya? Banyak orang yang ragu dengan firman Allah, sehingga ia tidak bertumbuh / bertambah-tambah, karena tidak menerima firmanNya. Jadi kalau kita terima Yesus, kita terima firmanNya. Kita mau setia / konsisten terhadap firmanNya. Kita mau setia dari perkara yang kecil. Tuhan bawa kita kepada pemahaman yang kita mampu, bukan yang kita tidak mampu. Yang kecil dahulu, itu yang Tuhan mau kita terima. Dia serius dengan keselamatan / kehidupan kekal, itu sebabnya ia mengulang-ulang didalam doa / ibadah / persekutuannya dengan Tuhan, karena ia tahu didalam Yesus ada keselamatan dan ia ingin raih itu. Dia tidak terpengaruh dengan orang yang ada disekitarnya. Saat ia membela Yesus yang ada disampingnya, ia tahu ia akan menerima olokan / hukuman, tetapi ia tidak peduli dengan keadaan, karena ia tahu Yesus akan menolongnya.
Lukas 23 : 43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Firdaus adalah bahasa Persia kuno, yang berarti taman yang sangat indah. Kita semua mau menikmati keindahan. Yesus berkata kepadanya, hari ini engkau dipulihkan / diberkati / diselamatkan / ada jalan keluar / bersama-sama dengan Yesus di Firdaus, ada satu keindahan yang luar biasa yang Tuhan berikan. Tidak ada keindahan melebihi keindahan Yesus.
Kita berada ditengah dunia yang penuh dengan persaingan dan kita bergulat dengan keadaan. Mungkin ketika kita mulai menunjukkan prestasi, ada yang iri dan kita tidak usah menanggapi. Kita fokus kepada Tuhan, Dia yang angkat kita. Kalau Dia yang angkat / pilih kita, Dia beri kita kemampuan.
Dan Dia akan memberikan kepada kita tempat yang indah / layak / menyenangkan / ada semangat / sukacita. Sehingga sekalipun kita masih berada di dunia, tetapi kita bersama-sama dengan Dia dengan firmanNya sehingga ada sukacita walau ada masalah. Masalah tidak akan membuat kita mundur, tetapi membuat kita lebih setia / sungguh-sungguh.
Ada yang menerima Yesus kalau ia sudah mendapatkan penyakit. Ketika kita datang kepada Tuhan, itu merupakan penghormatan. Kita mau setia / sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kita mau terima firmanNya. Allah berjanji Dia selalu setia kepada kita, dimanapun kita pergi dan berada.
~##~ |











