Member Login
Detail Pengunjung
United States
Unknown BotIP Anda : 38.107.179.219
Pengunjung






![]() | Hari ini | 57 |
![]() | Kemarin | 232 |
![]() | Minggu ini | 891 |
![]() | Minggu lalu | 1800 |
![]() | Bulan ini | 6436 |
![]() | Bulan lalu | 10142 |
![]() | All days | 71693 |
| Ikut Rencana Tuhan |
|
|
|
| Written by Administrator Bethesda | ||||||||
| Tuesday, 11 October 2011 14:09 | ||||||||
Uraian :
Amsal 16 : 9
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. Tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa / tidak akan sanggup / mampu menghadapi masalah / persoalan yang kita hadapi. Itu sebabnya kita selalu perlu Tuhan didalam hidup ini.
Roma 11 : 36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Rancangan Allah bagi kita adalah satu rancangan yang penuh dengan keberhasilan. Kalau Tuhan yang tentukan langkah kita dan kita setia kepada Tuhan, penggenapan janji pasti ada keberhasilan. Tuhan tidak akan membiarkan kita menghadapi pekerjaan / keluarga itu sendiri.
Itu sebabnya Tuhan berkata, cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, cari Tuhan dulu, maka kita akan melihat kuasa dan mujizatNya dinyatakan kepada kita orang percaya. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Jiwa / pikiran ini selalu ingin melakukan sesuatu, kita berpikir tentang masa depan / pekerjaan / keluarga kita dan Tuhan yang akan tentukan berhasil atau tidak.
Roma 12 : 3, 16
3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Bagaimana kita berpikir, pikiran tempat kita menggambarkan masa depan / sedemikian rupa sesuai apa yang ada di firman Allah. Itu sebabnya kita serahkan hidup kita. Amsal 16 : 3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. Serahkan semua kepada Tuhan dan pikirkan semua yang baik. Bagaimana mengatur pikiran? Selalu renungkan firman Allah dan berpikir kebaikan Tuhan didalam hidup kita. Maka Tuhan akan membuat keputusan, pasti berhasil. Percaya bahwa janji Tuhan tidak akan membiarkan kita. Pikir bagaimana menyenangkan hati Tuhan / setia / taat / dekat dengan Tuhan, disitulah keberhasilan kita lihat.
Biar Tuhan merubah paradigma kita. Karena seringkali kita salah berpikir tentang Tuhan. Kita harus percaya bahwa Tuhan yang memulai, pasti Tuhan akhiri dengan baik. Kita boleh berpikir apa saja, tetapi Alkitab mengatakan, renungkan firman Tuhan jika engkau mau berhasil. Perkataan / pikiran / hati kita isi dengan firman Allah, sehingga kita akan melihat bahwa Tuhan tidak akan pernah salah. Pasti Tuhan akan tolong / berkati / tidak akan pernah membiarkan kita.
Keputusan itu ada ditangan Tuhan. Yang menentukan berhasil atau tidak itu Tuhan. Bagaimanapun kita membangun rencana kedepan / tentang usaha / pekerjaan / keluarga, tapi tanpa Tuhan, pasti gagal. Hidup sudah Tuhan atur. Bagaimana Tuhan menciptakan langit dan bumi, semuanya baik. Dan kita dibuat segambar dengan Allah. Tuhan sudah atur berkat / masa depan / usia kita. Kadangkala kita tidak peduli / maunya sendiri / tidak mau Tuhan atur. Lihat firman Allah, pasti akan berhasil. Firman Allah ya dan amin. Ada yang sudah mendekati usia tujuhpuluh, baru mau berpikir tentang Tuhan dan baru mau berbuat sesuatu buat Tuhan. Mengapa kita tidak memulai sesuatu itu dari awal? Bagaimanapun kita berusaha tanpa Tuhan, kita akan kecewa / gagal.
Lukas 12 : 15 – 20
15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." Orang yang sudah berpikir jauh kedepan karena hartanya banyak, hari minggupun suka lupa ke gereja. Jadi kalau kita bergantung pada harta kekayaan, berarti kita memutarbalikkan firman Allah. Banyak orang yang berpikir bagaimana bisa berhasil / sukses, sekalipun itu tidak berkenan / tidak Tuhan kehendaki, tetapi tetap jalan terus, tidak mau diatur Tuhan. Tetapi kalau kita mau diatur Tuhan, setia dalam perkara kecil, Tuhan akan siapkan perkara yang besar. Pikir bagaimana menyenangkan Tuhan / mau dekat dengan Tuhan, Tuhan akan merubah paradigma / cara berpikir kita. Percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita sendiri.
I Korintus 2 : 9
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Tidak pernah ada didalam pikiran, tetapi Tuhan menyediakan bagi orang yang mengasihi Dia. Allah begitu luar biasa, pikiranNya tidak terselami. Hati dan pikiran harus nyambung. Tanpa Yesus kita tidak akan sanggup / mampu. Tetapi kalau kita minta Tuhan menjamah hati / pikiran, kita akan melihat betapa hebat kuasaNya bagi kita.
Jiwa dan daging ini lebih sering menyatu. Kita manusia lemah, jiwa kita harus diisi dengan firman Tuhan, karena dalam jiwa ada pikiran, perasaan, kehendak, sehingga terjadi suatu perobahan dan Roh Kudus memimpin kita. Kita tidak hidup dalam kedagingan. Karena Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita / membuat kita jadi berhasil.
II Korintus 4 : 3 – 4
3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Mazmur 24 : 1
Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Semua Tuhan punya, sehingga kalau Tuhan beri, kita kembalikan kepada Tuhan. Kita punya mobil, rumah, semua titipan Tuhan. Jangan kita menjadi berubah hanya karena berkat yang kita punya, lalu kita berubah dalam pelayanan. Semua itu pinjaman / Tuhan beri. Tuhan sudah tentukan kita hanya sampai tujuhpuluh tahun menikmati semua itu. Itu sebabnya kita berpikir bagaimana menyenangkan hati Tuhan, dan Tuhan akan bawa kita kepada satu perubahan keberhasilan dalam kehidupan kita. Karena Tuhan yang menentukan kita berhasil atau tidak. Kita punya rencana atas anak-anak / keluarga / usaha, kadangkala orang tidak mau tahu, merasa menentukan sendiri. Walau sudah kita rencanakan keberhasilan dengan tingkat kegagalan sangat kecil, tetapi Tuhan bisa merubah, karena tidak pernah melibatkan Tuhan / tidak mau diatur. Kalau kita berpikir dan melibatkan Tuhan, pasti berhasil, meskipun kemungkinannya kecil, tetapi Tuhan bisa rubah itu menjadi besar.
Kalau urusan yang mustahil, berikan kepada Tuhan, itu urusan Tuhan, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jika usaha kita goncang, ingat Tuhan bisa redakan itu semua. Berpikir tentang Tuhan / firman Allah, karena kadang kita lupa saat ada goncangan, kita punya firman Allah. Kegoncangan datang pada usaha, kita lupa ada Tuhan yang sanggup merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Kita harus percaya sampai mujizat terjadi. Kalaupun tidak terjadi, itu urusan Tuhan, tidak memaksakan Tuhan, yang penting pikiran / paradigma kita tentang Tuhan diubahkan. Kita hanya bisa berpikir dan berusaha, dan tetap Tuhan yang menentukan. Yang penting kita setia / taat kepada Tuhan / firman Allah. Pasti Tuhan buat keberhasilan. Karena kita percaya Tuhan tidak akan membiarkan kita.
Amsal 14 : 12
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Ini jalan orang yang tidak mau diatur. Kita percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita terus maju jalan yang menuju maut, Tuhan akan belokkan kita. Karena kita telah ditebus dengan darahNya sendiri. Kita menjadi berharga dimata Tuhan. Ketika ada masalah kita sering masa bodo karena pikiran telah buntu dan mengambil jalan pintas. Tuhan tahu masalah / airmata kita, Tuhan lihat setiap orang yang dimuka bumi. Dan Tuhan akan berhenti ketika kita berada di hadirat Allah. Tuhan tidak akan biarkan kita.
I Korintus 10 : 13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Kadangkala kita mau hadapi semua itu sendiri. Firman Allah tidak pernah salah, Allah sudah memilih dan menetapkan kita, dan janji Tuhan akan memberkati kita. Karena diluar Tuhan kita tidak akan mampu / sanggup. Kita serahkan kepada Tuhan, ketika ada pikiran-pikiran yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kita percaya ditangan Tuhan pasti berhasil karena ada kuasa / mujizat dan Tuhan tidak pernah berubah sampai saat ini. Ia tetap Tuhan yang sama yang mau merubah hati / pikiran kita, karena Tuhan tidak menginginkan kita jauh. Ketika pikiran kita mulai mengalami masalah, ingat firman Allah yang dapat merubah kehidupan kita. Kita hanya dapat berpikir, tetapi Tuhan yang tentukan.
Mazmur 126 : 5
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. I Korintus 15 : 58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Pikiran-pikiran yang kita curahkan pada Tuhan tidak sia-sia, Tuhan akan memberkati kita. Tuhan yang empunya bumi dengan segala isinya. Iblis bisa rubah pikiran / paradigma kita. Tetapi kalau kita isi pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan, perjalanan kita pasti akan berhasil. Kalau kita berpikir / memperkatakan firman Allah, ada masalah / persoalan, sebagai anak Allah, kita pasti menang. Kita berharga / berarti dimata Tuhan.
Kalau Tuhan tentukan, bukan kegagalan, tetapi keberhasilan. Tuhan mau tentukan, kecuali kita yang tidak mau, pilihan ada ditangan kita. Belajar merenungkan firman Tuhan. Kita diperhadapkan dengan banyak pilihan, yang seringkali mengganggu cara berpikir kita.
Yosua 1 : 7 - 8
7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Renungkan dan perkatakan firman Tuhan siang dan malam. Percayalah mujizat pasti terjadi. Karena Dia Allah sumber mujizat itu dan Allah mampu merubah paradigma kita.
~##~ |











