Member Login

Detail Pengunjung

United States

Unknown Bot
IP Anda : 38.107.179.218

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin232
mod_vvisit_counterMinggu ini882
mod_vvisit_counterMinggu lalu1800
mod_vvisit_counterBulan ini6427
mod_vvisit_counterBulan lalu10142
mod_vvisit_counterAll days71684
Meski Tanpa Air Mata PDF Print E-mail
Written by Administrator Bethesda   
Wednesday, 30 March 2011 11:54

Meski Tanpa Air Mata

 

Lesu aku karena mengeluh, setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.
(Mazmur 6:7)

Yaah…. air mata identik dengan masalah, kesesakan dan kesedihan hati.
Kita sering mengasosiasikan orang yang sedang menangis sebagai orang yang sedang menderita, walaupun ada juga air mata bahagia…, karena saking terharunya atas suatu peristiwa yang membahagiakan hati. Tapi memang lebih banyak air mata keluar dikarenakan penderitaan.

Bani Korah menuliskan mazmur yang menunjukkan kesesakan hatinya,
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku, “Di mana Allahmu?”
(Mazmur 42:4a)

sampai-sampai air mata terus mengalir tiada henti-hentinya…

Masyarakat sering menganggap orang yang mudah menangis adalah orang yang lemah hati, bahkan ada ajaran tak tertulis “Anak laki-laki sejak kecil harus diajarkan tidak boleh menunjukkan air matanya di depan orang lain”, karena terkesan lemah dan tidak jantan…

Sampai suatu hari untuk pertama kalinya…. yaaah untuk pertama kalinya saya menyadari, ‘betapa beruntungnya saya masih punya air mata’.
Betapa beruntungnya teman-teman , karena teman-teman masih bisa menangis…..

Suatu kesaksian yang mengharu-biru dari Pdt Samuel Irwan.
Beliau pernah terkena penyakit kulit maha dahsyat yang sekarang meninggalkan jejak di matanya. Tidak bisa menangis lagi karena kelenjar air matanya sudah mampet akibat penyakit yang dialaminya.
Melihat penampilan beliau ketika berkotbah, sepintas tidak ada perbedaan dengan orang lain pada umumnya, kecuali mata yang kelihatan agak basah …
Menelusuri kesaksiaannya, jelas sekali panggilan beliau adalah sebagai hamba Tuhan.
Samuel Irwan, sejak umur 14 tahun sudah melayani Tuhan, dan setahun kemudian sudah menjadi pengkhotbah cilik. Setamat SMA, Samuel Irwan melanjutkan pendidikan di Sekolah Theologia STT Tawangmangu.
Di sekolah inilah Samuel Irwan mengalami pembentukan karakter lebih lagi, dan sebelum lulus Samuel Irwan bernazar, kelak akan melayani Tuhan sepenuh waktu, di manapun Tuhan akan mengutus dan menempatkannya.

Last Updated on Wednesday, 30 March 2011 15:11
 
Bawa Bodyguard? PDF Print E-mail
Written by Administrator Bethesda   
Saturday, 07 July 2007 16:54

Bawa Bodyguard?


Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, . . .
(Mazmur 34:8)

Pengalaman ini terjadi sudah sangat lama, akan tetapi begitu membekas dan sangat melekat. Ketika itu tahun 1980an awal, saya sedang menyelesaikan kuliah yang tersisa karena sempat ditinggal bekerja. Biasanya kami berkumpul bersama teman-teman untuk membahas mata kuliah tertentu. Maklum tiap dosen mempunyai kebiasaannya sendiri dalam memberikan pola soal, jadi untuk itu biasanya kami berembuk membahas bagaimana cara menjawab pertanyaan sang dosen agar sesuai seleranya.

Last Updated on Wednesday, 30 March 2011 15:18
 


Copyright © 2011 - 2011 GPdI Bethesda all rights reserved